ulang bulan ke-10

Eetoo… sepertinya blog ini mulai terbegkalai karena kesibukan Bunda Aya. Lama-lama ntar isinya milestone baby Aya aja ahahaha  ( ̄へ ̄);;

My baby is 10 months old now and soon enough will be a toddler. Gosh bentar lagi udah bukan baby lagi! Perkembangan baby Aya sampai usianya 10 bulan so far:

  1. trantanan udah lancar, kalo pake baby walker udah kayak ngajak balapan ajah
  2. berjalan sendiri 1 langkah \(^ ^)/
  3. kalo Ayah dan Bunda berangkat langsung dadah-dadah, pinter banget nggak pake acara tangis-tangisan dulu
  4. tumbuh gigi taring sebelah kiri atas
  5. mulai makan bubur tim, untungnya baby Aya maemnya nggak susah, selalu ludes tandas semua yang dimasakin bundanya cihuii~
Advertisements

ulang bulan ke-9

Udah gatal nih pengen update dari kemaen-kemaren tapi masi belum sempat juga moto baby Aya >_<; Foto menyusul aja deh!

Perkembangan baby Aya sampai usianya 9 bulan:

  1. mulai trantanan alias berjalan selangkah dua langkah sambil pegangan
  2. bisa dadah-dadah
  3. suka joget kalo denger musik hihihi lucu banget sumpah
  4. tumbuh gigi lagi 2 buah sehingga sekarang total ada 4
  5. periang sekali, suka senyum bahkan sama orang asing sekalipun ^______^
Beberapa hari yang lalu travelling bareng baby Aya, Uti dan si mbak ke Bali. Senang sekali karena semua berjalan lancar. MPASI homemade juga masi jalan terus walo sempat juga ngenalin baby Aya biskuit buat latihan gigit-gigit sekaligus amunisi untuk take-off pas naek pesawat. Setelah lama banget milih-milih di supermarket di antara deretan rak biskuit bayi yang naudzubillah banyaknya, akhirnya nyoba biskuit heinz original dan promina. Kalo liat nutrition fact-nya sih, yang kadar gula dan natrium paling rendah di antara yang lain. Bismillah aja deh…
Semoga ada waktu untuk update and share lebih banyak lagi *sok sibuk, tapi emang iye!*

ulang bulan ke-8

Another late post,

Perkembangan baby Aya sampai usianya 8 bulan:

  1. udah bisa merangkak dengan cepat
  2. bisa berdiri sendiri sambil dipegangin
  3. bahkan bisa berdiri sendiri dari posisi duduk sambil berpegangan
  4. tepuk tangan
  5. tumbuh gigi 2 buah

Omong-omong tentang tumbuh gigi, pas gigi pertamanya tuh nikmat banget. Tau-tau nongol aja gitu and no drama. Bunda Aya udah kegirangan.

Giliran gigi kedua… jiah, panasnya sampai 38,6 sajah begitu. Sesuatu banget kan ya. Bunda Aya sampai pening, takutnya ada infeksi yang berbarengan. Udah panas tinggi, kalo diminumin obat tetes drop suka berontak, nangis kejer gitu bahkan sempat 2x muntah. Iya sih pas Bunda Aya incip sendiri obatnya walau udah rasa buah tetep ada pahit-pahitnya. Reweeeel banget, nggak doyan maem and mimiknya juga berkurang. Kayaknya bobotnya susut deh. Tidur malemnya otomatis jadi terganggu, Ayah dan Bunda Aya jadi ikutan kurang tidur.

Setelah panas 4 hari, sekarang udah mereda. Tapi belum bisa tenang juga karena kalo ini DBD, justru fase yang rawan…

Semoga memang karena tumbuh gigi. Tapi kalo memang “cuma” tumbuh gigi… hadeeeh ini baru 1 gigi, gimana sisanya?? (┬┬_┬┬)

tamu yang lama tak datang

tiba-tiba berkunjung kembali secara tak terduga. Saat baby Aya baru berusia 7,5 bulan, Bunda Aya kok udah menstruasi lagi??? Padahal banyak cerita sukses yang sampai lebih dari setahun bahkan 2 tahun…

Menstruasi yang datang kembali pertanda hormon prolaktin sudah turun sehingga efek hambatan terhadap estrogen menurun. Pertanda bahwa produksi ASI telah mulai menurun _| ̄|○

Bunda Aya masi ingin menyusui baby Aya, semoga masi diberi kesempatan itu sampai waktu untuk menyapih tiba…

ulang bulan ke-7

Postingan ini terlambat lebih dari seminggu, but anyway…

Perkembangan baby Aya sampai usianya 7 bulan:

  1. udah bisa merangkak selangkah dua langkah
  2. ngerti cara minta digendong dengan merentangkan kedua tangannya
  3. maem dengan konsistensi kental, maemnya juga udah 2 x sehari
  4. bisa duduk sendiri tanpa ditopang
  5. sukaaaaa banget kalo diajakin maen ciluk ba, ketawanya bisa sampai terkekeh-kekeh unyu gitu ^____^

Ah… baby Aya udah bertambah besar. Tumbuhnya juga optimal, timbang terakhir kemaren 8,4 kg saja. Amboi~ pantesan akhir-akhir ini kalo digendong berasa berat banget. Sekarang nggak sanggup dah kalo harus gendong agak lama tanpa bantuan jarik atau carrier >_<;

Cinta dari Darah dan Ruh

Rehat dulu dari membicarakan MPASI, ingin berbagi sebuah tulisan bagus yang di-share oleh Majalah Dakwah Islam Al-Intima dari Ust Anis Matta…

Lelaki itu sudah mengabdi pada ibunya sampai tuntas. Ia menggendong ibunya yang lumpuh. Memandikan dan mensucikannya dari semua hadatsnya. Ikhlas penuh ia melakukannya. Itu balas budi dari seorang anak yang menyadari bahwa perintah berbuat baik kepada orang tua diturunkan Allah persis setelah perintah tauhid.

Tapi entah karena dorongan apa ia kemudian bertanya pada Umar bin Khatab: “Apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku?” lalu Umar pun menjawab: “Tidak! Tidak cukup! Karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu”.

Tidak! Tidak! Tidak!
Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang ibu. Apalagi mengimbanginya. Sebab cinta ibu mengalir dari darah dan ruh. Anak adalah buah cinta dua hati. Tapi ia tidak dititip dalam dua rahim. Ia dititip dalam rahim sang ibu selama sembilan bulan: disana sang hidup bergeliat dalam sunyi sembari menyedot saripati sang ibu. Ia lalu keluar diantara darah: inilah ruh baru yang dititip dari ruh yang lain.

Itu sebabnya cinta ibu merupakan cinta misi. Tapi dengan ciri lain yang membedakannya dari jenis cinta misi lainnya, darah! Ya, darah! Anak adalah metamorfosis dari darah dan daging sang ibu, yang lahir dari sebuah kesepakatan. Cinta ini adalah campuran darah dan ruh. Ketika seorang ibu menatap anaknya yang sedang tertidur lelap, ia akan berkata di akar hatinya: itu darahnya, itu ruhnya! Tapi ketika ia memandang anaknya sedang merangkak dan belajar berjalan, ia akan berkata didasar jiwanya: itu hidupnya, itu harapannya, itu masa depannya! Itu silsilah yang menyambung kehadirannya sebagai peserta alam raya.

Itu kelezatan jiwa yang tercipta dari hubungan darah. Tapi di atas kelezatan jiwa itu ada kelezatan ruhani. Itu karena kesadarannya bahwa anak adalah amanat langit yang harus di pertanggungjawabkan di akhirat. Kalau anak merupakan isyarat kehadirannya di muka bumi, maka ia juga penentu masa depannya di akhirat. Dari situ ia menemukan semangat penumbuhan tanpa batas: anak memberinya kebanggaan eksistensial, juga sebuah pertanggungjawaban dan sepucuk harapan tentang tempat yang lebih terhormat di surga berkat doa-doa sang anak.

Dalam semua perasaan itu sang ibu tidak sendiri. Sang ayah juga berserikat bersamanya. Sebab anak itu bukti kesepakatan jiwa mereka. Mungkin karena kesadaran tentang sisi dalam jiwa orang tua itu, DR. Mustafa Sibai menulis persembahan kecil di halaman depan buku monemetalnya “Kedudukan Sunnah Dalam Syariat Islam”. Buku ini, kata Sabai, kupersembahkan pada ruh ayahandaku yang senantiasa melantunkan doa-doanya, “Ya Allah, jadikanlah anakku ini sebagai sumber kebaikanku di akhirat kelak”.

Doa sang ibu dan ayah selamanya merupakan potongan-potongan jiwanya! Karena itu ia selamanya terkabul! ~ Anis Matta ~

ulang bulan ke-6

Baby Aya 6 bulan 2 hari! Enam bulan! So unbelievable! Angka 6 ini keramat banget karena so much meaning to me…

Pertama, berbahagia sekali rasanya melihat perkembangannya sejauh ini:

  1. udah bisa mengangkat pantat dan ambil posisi merangkak, lucu banget deh ngeliat baby Aya nungging-nungging maju mundur gitu. Beluuum .. belum bisa merangkak, tiap kali mau maju pasti nyungsep deh. Tapi bentar lagi dijamin bundanya kewalahan ngejar sana-sini!
  2. udah pinter ngelepas kaus kakinya sendiri! Bunda Aya jadi punya alesan shopping legging n leg warmer nih ;D
  3. memindahkan mainan dari 1 tangan ke tangan lainnya
  4. babble babble, “Daaaddadadadaaaaa dadadadaaaaa…!
  5. udah mulai tertarik kalo ngeliat orang lain makan
  6. bisa duduk walau harus ditopang

Selain itu juga dimulailah momen mendebarkan lainnya yaitu MPASI! O(≧▽≦)O ワーイ♪ Berhubung ulang tahun baby Aya jatuh di weekday, Bunda Aya memutuskan untuk sedikit memundurkan start MPASI ke weekend. And yup that means tomorrow! *doki-doki* And it deserves its own post for sure! *wink-wink norak*

Dan tentunya ada 1 lagi momen bersejarah.

…..

Baby Aya lulus S-1 ASIX… *ngelap air mata*

Enam bulan yang lalu, dengan beban baby blues, inverted nipple, puting lecet & improper latch, sayah bahkan tak yakin akan sanggup menyusui hingga 1 bulan pertama. Tiap harinya hanya berkonsentrasi bagaimana melalui hari ini, besoknya diulangi lagi, besoknya diulangi lagi… tak dinyana in two weeks I’m addicted to breastfeeding already!

Buat para mommies di luar sana yang juga lagi berjuang… don’t give up yet… Tapi jangan juga berpikir bahwa eksklusif itu harga mati, bahwa breastfeeding itu all or nothing. Jangan berpikir karena sudah kena 1 botol sufor lantas selesai sudah. Tetap menyusui ya mommies… selama yang mommies bisa. Berapa pun tetes ASI yang mommies berikan akan sangat berharga untuk bayi-bayi kecil kita…

Previous Older Entries